Sejarah SMA Negeri 1 Kabanjahe

SMA Negeri 1 Kabanjahe yang dulu dikenal dengan SMA rumpun bambu, sejak tahun 1961 sampai sekarang tetap sebagai SMA yang terbaik ditingkat Kabupaten Karo. Gedung sekolah diresmikan oleh Kol. Jamin Ginting (pangkat terakhir letnan jendral) tetap kokoh meskipun beberapa gedung telah diperbarui.

SMA Negeri 1 Kabanjahe memiliki 24 rombel terdiri dari kelas X : 11 kelas, kelas XI : 11 kelas , kelas XII : 10 .

Mulai tahun ajaran 2008/2009 ditetapkan sebagai rintisan SSN
Prestasi 3 tahun terakhir (2006-2008) siswa lulus 100 %. Pada tahun 2006 diterima di PTN sebanyak 114 orang dengan jalur bebas tes 21 orang, seleksi PTN 93 orang, tahun 2007 diterima di PTN 126 Orang dengan jalur bebas tes 22 orang, seleksi PTN 104 orang sedangkan pada tahun 2008 siterima di PTN sebanyak 176 orang dengan jalur bebas tes 26 orang dan seleksi PTN 150 orang atau 65 % dari siswa kelas XII. Pada tahun 2009 ini, baru 5 PTN (UI, ITB, IPB, UNILA, STT TELKOM) yang sudah megumumkan jalur bebas tes. Siswa yang diterima 24 orang, dua diantaranya diterima pada fakultas kedokteran UI dan UNILA.

Prestasi lain juara X besar The Scholar Indonesia 2007 Metro TV, dalam olimpiade tingkat kabupaten karo dari delapan mata pelajaran yang dilombakan, 6 mata pelajaran mendapat juara 1. Tahun 2008 stu orang peserta yaitu IWAN DARMADI sebagai utusan Tanah karo Mengikuti Olimpiade Fisika tingkat provisi dan Olimpiade Nasional di Makasar. OSN yang siselanggarakan Methodis Expo 2009, SMA Negeri 1 Kabanjahe mendapat juara 5 se-sumut dengan mata pelajaran kimia juara 3 provinsi.
Bidang seni budaya, dalam rangka pelestarian Budaya karo, Vokal group mendapat juara 1 dan kebersihan sekolah tingkat SMA se- kabupaten Karo Tahun 2007 juga mendapat juara 1.

Dalam pembentukan mental, budi pekerti dan displin sisiwa, duru melaksanakan dan membina kegiatan ekstra kulikuler seperti UKS, PIK-R, PRAMUKA, PASKIBRA, SISPALA, PMR.

Keberhasilan para alumni merupakan kebangaan warga SMA Negeri 1 Kabanjahe dan dapat menjadi motivasi siswa-siswi agar lebih giat  belajar untuk meraih prestasi. Alumni diharapkan untuk tetap mengingat dan mencintai almamaternya.

-MELA MULIH ADI LA RULIH-