SEJARAH SINGKAT SMA NEGERI 1 KABANJAHE

SMA Negeri 1 Kabanjahe yang dulu dikenal dengan SMA rumpun bambu, sejak tahun 1961 sampai sekarang tetap sebagai SMA yang terbaik ditingkat kabupaten Karo. Gedung sekolah diresmikan oleh Kol. Jamin Ginting (pangkat terakhir letnan jendral) tetap kokoh meskipun beberapa gedung perlu direhap.
Kepala SMA Negeri 1 Kabanjahe Drs.Mengket perangin-angin yang di damping wakasek bidang kurikulum Jendakami Tarigan, S.Pd. diruang kerjanya mengatakan keadaan gedung tidak menjadi kendala bagi siswa dan guru dalam melaksanakan kegitan PMB untuk meningkatkan prestasi dari tahun ke tahun. Selain semangat belajar siswa, loyalitas dan dedikasi  guru yang sangat tinggi juga didukung berbagai fasilitas. Fasilitas yang ada diantaranya laboratotium Komputer, laboratorium IPA, Perpustakaan, ruang sanggar MGMP dan ruang keterampilan
SMA Negeri 1 Kabanjahe memiliki 24 rombel terdiri dari kelas X : 8 kelas, kelas XI : 8 kelas , kelas XII : 8  kelas dengan jumlah siswa 944. Tenaga pengajar 76 orang dan pegawai 9 orang. Mulai tahun ajaran 2008/2009 ditetapkan sebagai rintisan SSN
Prestasi 3 tahun terakhir (2006-2008) siswa lulus 100 %. Pada tahun 2006 diterima di PTN sebanyak 114 orang dengan jalur bebas tes 21 orang, seleksi PTN 93 orang, tahun 2007 diterima di PTN 126 Orang dengan jalur bebas tes 22 orang, seleksi PTN 104 orang sedangkan pada tahun 2008 siterima di PTN sebanyak 176 orang dengan jalur bebas tes 26 orang dan seleksi PTN 150 orang atau 65 % dari siswa kelas XII. Pada tahun 2009 ini, baru 5 PTN (UI, ITB, IPB, UNILA, STT TELKOM) yang sudah megumumkan jalur bebas tes. Siswa yang diterima 24 orang, dua diantaranya diterima pada fakultas kedokteran UI dan UNILA
Prestasi lain juara X besar The Scholar Indonesia 2007 Metro TV, dalam olimpiade tingkat kabupaten karo dari delapan mata pelajaran yang dilombakan, 6 mata pelajaran mendapat juara 1. Tahun 2008 stu orang peserta yaitu IWAN DARMADI sebagai utusan Tanah karo Mengikuti Olimpiade Fisika tingkat provisi dan Olimpiade Nasional di Makasar. OSN yang siselanggarakan Methodis Expo 2009, SMA Negeri 1 Kabanjahe mendapat juara 5 se-sumut dengan mata pelajaran kimia juara 3 provinsi.
Bidang seni budaya, dalam rangka pelestarian Budaya karo, Vokal group mendapat juara 1 dan kebersihan sekolah tingkat SMA se- kabupaten Karo Tahun 2007 juga mendapat juara 1.
Untuk meningkatkan SDM pihak sekolah memfasilitasi kegiatan MGMP semua mata pelajaran baik dari segi dana maupun nara sumber dari tingkat Kabupaten maupun Provinsi. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi guru-guru untuk memahami dan melaksanakan KTSP 2006 seperti pembuatan prangkat pembelajaran, bahan ajaran, media pembelajaran dan saling tukar pikiran sesama anggota MGMP
Dalam pembentukan mental, budi pekerti dan displin sisiwa, duru melaksanakan dan membina kegiatan ekstra kulikuler seperti PKS, Sisipala, Paskibra,. Sedangkan bidang akademik diberikan les sore bagi kelas unggulan setiap tingkatan dan les sore bagi kelas XII yang sesuai dengan  SKL yang di keluarkan  BSNP
Selain program tersebut untuk meningkatkan kualitas, SMA Negeri 1 Kabanjahe Mulai tahu pelajaran 2007/2008 melakukan seleksi PSB melalui ujian tertulis sengan menggunakan Komputer OMR
Lebih lanjut dikatakan alumni SMA Negeri 1 kabanjahe sudah banyak yang berhasil baik di birokrasi, militer maupun pengusaha diantaranya : Bupati karo kol. (purn) Drs. D.D. Sinulingga, Ketua DPRD Karo Rapat Romanus Purba, S.H., Prof Ir. Menet Ginting, M.A.D.E., Prof. Dr. Ramlan Surbakti, G.Terkelin Surbakti, Letjen TNI Arifin Tarigan, TNI Surapati Ginting, (Alm) Dr Dutrasara Ginting dan lain-lain
Keberhasilan para alumni merupakan kebangaan warga SMA Negeri 1 Kabanjahe dan dapat menjadi motivasi siswa-siswi agar lebih giat  belajar untuk meraih prestasi. Alumni diharapkan untuk tetap mengingat dan mencintai almamaternya dan pada tahun 2009 ini agar sisiwa lebih banyak lagi siterima  di PTN.

Sumber :

  • http://smanegeri-1kabanjahe.blogspot.co.id/

LETJEN DJAMIN GINTING DIBERI GELAR PAHLAWAN NASIONAL

LETJEN DJAMIN GINTING ( www.google.com )

Momen peringatan Hari Pahlawan 10 November digunakan pemerintah untuk mewujudkan penghargaan kepada pejuang kemerdekaan. Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada empat pejuang kemerdekaan pada Jumat, 7 November 2014. Satu di antaranya adalah almarhum Letnan Jenderal Djamin Ginting.

Djamin dianggap banyak berkontribusi bagi negara dalam penumpasan gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia. Djamin lahir di Karo, Sumatera Utara, 12 Januari 1921. Setelah menamatkan pendidikan sekolah menengah, Djamin berpartisipasi di pendidikan militer bentukan Jepang, Heiho. Djamin berpartisipasi dalam penumpasan gerakan DI/TII di Aceh pimpinan Daud Beureuh. Bersama pasukan dari Sumatera Tengah dan Aceh, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia berhasil membasmi gerakan ekstremis tersebut.
Selain menumpas DI/TII, Djamin juga dikenal sebagai pejuang Tanah Karo, Sumut. Djamin pernah menjabat Kepala Staf Komando Daerah Militer II/Bukit Barisan, satuan yang dia pelopori. Kodam II/Bukit Barisan–sekarang menjadi Kodam I/Bukit Barisan–merupakan komando kewilayahan pertahanan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.

Djamin juga banyak terlibat di perang-perang besar yang pernah terjadi di Indonesia, seperti Medan Area. Di pertempuran Medan Area, Ginting berujuan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melawan pasukan sekutu dan Belanda yang mencoba mengambil alih Indonesia setelah Jepang menyerah pada 1945.
Pada masa Orde Baru, Djamin diberi kepercayaan sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kanada. Di sana pula Djamin menutup usianya, pada 23 Oktober 1974, saat berusia 53 tahun. Putra Batak ini meninggalkan satu istri dan lima anak.

Djamin adalah pahlawan nasional ketujuh dari Sumatera Utara setelah T. Muhammad Hasan, Sisingamangaraja, Adam Malik, Abdul Haris Nasution, Kiras Bangun, dan F.L. Tobing. Saking besarnya jasa Djamin di Sumatera Utara, Pemerintah Kota Karo mengabadikan namanya pada satu jalan. Begitu pula Pemerintah Kota Medan, yang menamai salah satu jalan layangnya Djamin Ginting.