SMA NEGERI 1 KABANJAHE DITETAPKAN SEBAGAI SMA RUJUKAN

Kepala SMA Negeri I Kabanjahe Drs Dasly Sembiring MPd bersama Kadis Pendidikan Saroha Ginting SPd MM dan Kabid Dikmen Drs Abdy Muham menjadi narasumber pada pembukaan sosialisasi Program SMA Rujukan, Jumat (12/ 8) di Aula SMA Negeri I Kabanjahe.

Kabanjahe (SIB)- Direktorat Pendidikan SMA (Dit PSMA) Kemendikbud menetapkan SMA Negeri 1 Kabanjahe sebagai sekolah rujukan tingkat menengah atas di Kabupaten Karo. Hal itu merupakan suatu upaya dalam pengembangan sekolah oleh pemerintah secara langsung guna percepatan dan perluasan peningkatan mutu pendidikan.

Demikian disampaikan Kadis Pendidikan Kabupaten Karo Saroha Ginting SPd MM didampingi Kabid Dikmen Drs Abdy Muham pada acara pembukaan Sosialisasi Program SMA Rujukan, Jumat (12/8) di Aula SMA Negeri 1 Kabanjahe.

Sebagai sekolah rujukan diharapkan sekolah dapat menjadi teladan bagi setiap sekolah di sekitarnya. Dengan harapan mampu meningkatkan daya inisiatif sekolah, memenuhi dan melampaui standar nasional pendidikan dan mengoptimalkan potensi sumber daya sekolah, masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Selain itu, berkembangnya praktik terbaik (best practice) penyelenggaraan pendidikan yang dapat dirujuk sekolah lain. Terbangunnya sinergi pembinaan sekolah bermutu dengan pemerintah daerah, terwujudnya perluasan dan percepatan keteserdiaan pelayanan pendidikan yang bermutu tinggi dan terjalinnya kemitraan dengan berbagai pihak dalam mengembangkan sekolah.

Dalam kesempatan itu Kadisdik juga mendukung gagasan Kepsek yang merencanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dilaksanakan di SMAN 1 Kabanjahe.

Kepsek Drs Dasly Sembiring MPd juga menyampikan surat edaran Mendikbud yang mengatakan untuk anggaran pendidikan secara nasional 2016 akan disalurkan sebagian untuk penataan dan penambahan sasaran serta perluasan lokasi SMA Rujukan.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa SMA rujukan dipilih berbasis kewilayahan dengan kriteria melaksanakan kurikulum 2013, akreditasi A atau yang tertinggi di kabupaten/kota, memiliki prestasi akademik dan non akademik, nilai UN, Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) tahun 2015 dan bersedia melakukan pengimbasan praktik baik dan inovasi pendidikan yang disampaikan ke sekolah lain.

Kepsek mengatakan dengan ditetapkannya SMA Negeri 1 Kabanjahe menjadi SMA rujukan suatu kebanggan sekaligus tantangan. “Karena itu kita harus meningkatkan profesionalisme dan prestasi anak didik kita baik akademik maupun non akademik,” harapnya.

Sedangkan Saksi Tarigan SPd sebagai fasilitator sekaligus panitia kegiatan mengatakan, untuk melaksanakan program SMA rujukan, SMA Negeri 1 Kabanjahe dibentuk tim khusus SMA rujukan untuk melaksanakan serangkaian kegiatan dan agenda meliputi sosialisasi program, peningkatan mutu SNP, implementasi kebijakan Kemendikbud, implementasi program unggulan sekolah rujukan.

Selanjutnya, Ketua Penyelenggara Wakasek Kurikulum Jendakami Tarigan SPd menambahkan, peserta sosialisasi terdiri dari Dinas Pendidikan, Komite Sekolah, Kepala Sekolah, Wakasek, Guru, Pegawai, dan OSIS sebanyak 80 orang.

“Kami mengharapkan agar melengkapi unsur penilaian pengembangan diri dalam kenaikan pangkat agar Kadisdik memberikan sertifikat pada kegiatan Workshop Implementasi Kebijakan Kemendikbud yang akan dilaksanakan,” harapnya. (rel/A14/h)

Sumber :

  • http://hariansib.co/view/Marsipature-Hutanabe/126816/MA-Negeri-1-Kabanjahe-Ditetapkan-Sebagai-SMA-Rujukan.html

LETJEN DJAMIN GINTING DIBERI GELAR PAHLAWAN NASIONAL

LETJEN DJAMIN GINTING ( www.google.com )

Momen peringatan Hari Pahlawan 10 November digunakan pemerintah untuk mewujudkan penghargaan kepada pejuang kemerdekaan. Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada empat pejuang kemerdekaan pada Jumat, 7 November 2014. Satu di antaranya adalah almarhum Letnan Jenderal Djamin Ginting.

Djamin dianggap banyak berkontribusi bagi negara dalam penumpasan gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia. Djamin lahir di Karo, Sumatera Utara, 12 Januari 1921. Setelah menamatkan pendidikan sekolah menengah, Djamin berpartisipasi di pendidikan militer bentukan Jepang, Heiho. Djamin berpartisipasi dalam penumpasan gerakan DI/TII di Aceh pimpinan Daud Beureuh. Bersama pasukan dari Sumatera Tengah dan Aceh, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia berhasil membasmi gerakan ekstremis tersebut.
Selain menumpas DI/TII, Djamin juga dikenal sebagai pejuang Tanah Karo, Sumut. Djamin pernah menjabat Kepala Staf Komando Daerah Militer II/Bukit Barisan, satuan yang dia pelopori. Kodam II/Bukit Barisan–sekarang menjadi Kodam I/Bukit Barisan–merupakan komando kewilayahan pertahanan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.

Djamin juga banyak terlibat di perang-perang besar yang pernah terjadi di Indonesia, seperti Medan Area. Di pertempuran Medan Area, Ginting berujuan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melawan pasukan sekutu dan Belanda yang mencoba mengambil alih Indonesia setelah Jepang menyerah pada 1945.
Pada masa Orde Baru, Djamin diberi kepercayaan sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kanada. Di sana pula Djamin menutup usianya, pada 23 Oktober 1974, saat berusia 53 tahun. Putra Batak ini meninggalkan satu istri dan lima anak.

Djamin adalah pahlawan nasional ketujuh dari Sumatera Utara setelah T. Muhammad Hasan, Sisingamangaraja, Adam Malik, Abdul Haris Nasution, Kiras Bangun, dan F.L. Tobing. Saking besarnya jasa Djamin di Sumatera Utara, Pemerintah Kota Karo mengabadikan namanya pada satu jalan. Begitu pula Pemerintah Kota Medan, yang menamai salah satu jalan layangnya Djamin Ginting.