LETJEN DJAMIN GINTING DIBERI GELAR PAHLAWAN NASIONAL

LETJEN DJAMIN GINTING ( www.google.com )

Momen peringatan Hari Pahlawan 10 November digunakan pemerintah untuk mewujudkan penghargaan kepada pejuang kemerdekaan. Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada empat pejuang kemerdekaan pada Jumat, 7 November 2014. Satu di antaranya adalah almarhum Letnan Jenderal Djamin Ginting.

Djamin dianggap banyak berkontribusi bagi negara dalam penumpasan gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia. Djamin lahir di Karo, Sumatera Utara, 12 Januari 1921. Setelah menamatkan pendidikan sekolah menengah, Djamin berpartisipasi di pendidikan militer bentukan Jepang, Heiho. Djamin berpartisipasi dalam penumpasan gerakan DI/TII di Aceh pimpinan Daud Beureuh. Bersama pasukan dari Sumatera Tengah dan Aceh, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia berhasil membasmi gerakan ekstremis tersebut.
Selain menumpas DI/TII, Djamin juga dikenal sebagai pejuang Tanah Karo, Sumut. Djamin pernah menjabat Kepala Staf Komando Daerah Militer II/Bukit Barisan, satuan yang dia pelopori. Kodam II/Bukit Barisan–sekarang menjadi Kodam I/Bukit Barisan–merupakan komando kewilayahan pertahanan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.

Djamin juga banyak terlibat di perang-perang besar yang pernah terjadi di Indonesia, seperti Medan Area. Di pertempuran Medan Area, Ginting berujuan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melawan pasukan sekutu dan Belanda yang mencoba mengambil alih Indonesia setelah Jepang menyerah pada 1945.
Pada masa Orde Baru, Djamin diberi kepercayaan sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kanada. Di sana pula Djamin menutup usianya, pada 23 Oktober 1974, saat berusia 53 tahun. Putra Batak ini meninggalkan satu istri dan lima anak.

Djamin adalah pahlawan nasional ketujuh dari Sumatera Utara setelah T. Muhammad Hasan, Sisingamangaraja, Adam Malik, Abdul Haris Nasution, Kiras Bangun, dan F.L. Tobing. Saking besarnya jasa Djamin di Sumatera Utara, Pemerintah Kota Karo mengabadikan namanya pada satu jalan. Begitu pula Pemerintah Kota Medan, yang menamai salah satu jalan layangnya Djamin Ginting.